MAKALAH PEMANENAN PADA TANAMAN TEH
Disusun oleh:
Nama : Rois furqon nur ramadhan
Kelas : XII ATP
NIS : 1286/A
BIDANG KEAHLIAN
AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI
KOMPETENSI
KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN
SMK NEGERI 2 SAMPIT
|
|
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
.................................................................................................... i
DAFTAR ISI
.................................................................................................................. ii
A. Ciri-ciri Tanaman Teh Yang Siap Panen ............................................................ 1
B. Alat Pemanenan teh
.............................................................................. 1
C. Proses Pemanenan.................................................................................. 2
a.Tanaman teh telah berumur 30-31 bulan
setelah tanam
b.Jumlah daun pada pucuk-pucuk daun antara
4-6 helai
c.Bidang petik 60-75 cm, ketinggian
jumlahnya hingga 60%
B.ALAT
PEMANENAN
a.Keranjang tampung
Digunakan
untuk menampung hasil petikan pada pemanenan secara manual.
b.Pisau petik
Digunakan
untuk memetik pucuk teh dengan kualitas di bawah hasil petikan dengan tangan.
c.Mesin pemetik teh
Digunakan
untuk memetik daun teh dengan cepat tetapi dengan kualitas yang rendah.
C.PROSES
PANEN
Ada
3 macam macam petikan teh diantaranya ;
a.Petikan Jendangan
Petikan pertama
setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata
b.Petikan Produksi
Petikan
produksi dilakukan setelah petikan jendangan.Cara pemetikan produksi adalah
sebagai berikut ;
1.
Tunas yang melewati bidang
petik dan memenuhi rumus petik harus diambil sedangkan tunas yang melewati bidang petik tetapi belum
memenuhi rumus petik dibiarkan.
2.
Tunas yang terlalu muda harus
diambil/dipetik.
3.
Semua pucuk burung diambil.
4.
Tunas yang menyamping dan tingginya
tidak melebihi bidang pangkas dibiarkan.
c.Petikan Gandesan
Dilakukan
di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat
rumus petik.Waktu pemetikan daun teh didasarkan pada
daur petik. Daur petik merupakan jangka waktu antara satu pemetikan dengan
pemetikan berikutnya,dihitung dalam hari.Panjang pendeknya daur petik
tergantung pada kecepatan pertumbuhan pucuk. Kecepatan pertumbuhan pucuk
dipengaruhi oleh:
a.
Umur pangkas
Semakin
tua umur pangkas, semakin lambat pertumbuhan, sehingga daur petik lebih
panjang.
b.
Iklim
Pada
musim kemarau, pertumbuhan tunas semakin lambat sehingga daur petik lebih
panjang. Sebaliknya, pada musim penghujan, pertumbuhan tunas semakin cepat
sehingga daur petik menjadi lebih pendek.
c.
Elevasi atau ketinggian tempat
Semakin
tinggi letak kebun dari permukaan laut, semakin lambat pertumbuhan, sehingga
semakin panjang daur petik.
d.
Kesehatan tanaman
Jika
kondisi tanaman teh semakin sehat, semakin cepat pertumbuhan pucuk sehingga
semakin pendek daur petiknya.
Sedangkan untuk
bagian tanaman teh yang di petik diantaranya ;
1.
Pucuk peko
Pucuk
peko adalah kuncup tunas aktif berbentuk runcing yang terletak pada ujung
pucuk. Pucuk ini akan mengalami dormansi setelah menghasilkan 4-7 pucuk. Di
dalam pucuk peko terkandung banyak senyawa katekin yang belum mengalami
degradasi sehingga dapat menghasilkan teh yang berkualitas baik.
2.
Pucuk burung
Pucuk
burung adalah tunas tidak aktif yang berbentuk titik yang terletak pada ujung
pucuk. Pada periode ini pucuk in-aktifmereduksi
atau memperlambat pertumbuhan. Pucuk burung sering terbentuk jika pemupukan
tanaman kurang dan ketersediaan air yang kurang.
3.
Pucuk nagog
Pucuk
nagog adalah pucuk yang tumbuh dari pucuk burung. Biasanya pucuk ini baru
muncul setelah 90 hari.
4.
Pucuk atau cabang cakar ayam
Pucuk atau cabang cakar ayam adalah
pucuk yang pertumbuhan tunas dari ketiak daunnya lebih dari satu dan berada di
atas bidang petik. Biasanya, pertumbuhan pucuk ceker ayam ini tidak akan
stabil.
Pemetikan dapat dilakukan secara
manual (menggunakan tangan) atau pun mekanik (menggunakan gunting maupun
mesin). Teknik pemetikan ini berpengaruh terhadap daur petik tanaman teh.
Dengan menggunakan tangan, gilir petiknya adalah 10-14 hari, dengan menggunakan
gunting, gilir petiknya adalah 18-20 hari serta dengan menggunakan mesin, gilir
petiknya adalah 25-30 hari. Manfaat pemetikan menggunakan gunting diantaranya
adalah kapasitas pemetikan yang lebih tinggi dan dapat menekan dan mengurangi
populasi hama dan penyakit pada daun teh. Kelemahan yaitu mutu petikan
cenderung menjadi kasar terutama pada awal-awal pemakaian. Sedangkan jika
menggunakan mesin, kapasitas pemetikan dengan menggunakan mesin lebih tinggi
daripada pemetikan dengan menggunakan tangan dan gunting. Pemetikan menggunakan
mesin hanya dilakukan jika jumlah pucuk yang harus dipetik melimpah dan tidak
sesuai dengan jumlah tenaga pemetik yang ada.
Pemetikan
manual dilakukan oleh para pemetik teh. Pemetik teh tersebut harus memahami
cara pemetikan teh, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memetik teh
adalah:
a.
Berjajar menurut kontur tanaman
b.
Mengambil semua pucuk yang posisisnya ada diatas bidang petik
c.
Mengambil semua burung yang posisinya ada di atas bidang petik, yang muda
dikumpulkan sebagai hasil petik, yang tua dibuang
d.
Tidak melakukan pemetikan yang ada di dalam bidang petik karena akan
mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sehat
e.
Tidak melakukan pemetikan ditepi tanaman yang posisisnya belum melebihi bidang
petik agar bidang petik tidak saling menutup yanh bisa menyebabkan produksi
pucuk menurun
f.
Mengambil atau memetik pucuk tanggung yang posisinya sejajar dengan pucuk yang
masuk petik
g.
Mengambil pucuk yang pertumbuhanya mengelompok mengarah pada cakar ayam agar
tidak megganggu pertumbuhan pucuk lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar