Rabu, 27 November 2013

MAKALAH PEMANENAN PADA TANAMAN TEH



Disusun oleh:
                                                Nama         : Rois furqon nur ramadhan
Kelas         : XII ATP
NIS            : 1286/A


                                                    




BIDANG KEAHLIAN AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI
KOMPETENSI KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN
SMK NEGERI 2 SAMPIT

SEPTEMBER 2013







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ....................................................................................................      i
DAFTAR ISI  ..................................................................................................................    ii

A.    Ciri-ciri Tanaman Teh Yang Siap Panen ............................................................   1
B.     Alat Pemanenan teh ..............................................................................    1
C.     Proses Pemanenan.................................................................................. 2

A. KRITERIA PANEN TEH
a.Tanaman teh telah berumur 30-31 bulan setelah tanam
b.Jumlah daun pada pucuk-pucuk daun antara 4-6 helai
c.Bidang petik 60-75 cm, ketinggian jumlahnya hingga 60%

B.ALAT PEMANENAN
a.Keranjang tampung
            Digunakan untuk menampung hasil petikan pada pemanenan secara manual.
b.Pisau petik
            Digunakan untuk memetik pucuk teh dengan kualitas di bawah hasil petikan dengan    tangan.
c.Mesin pemetik teh
            Digunakan untuk memetik daun teh dengan cepat tetapi dengan kualitas yang rendah.

C.PROSES PANEN
            Ada 3 macam macam petikan teh diantaranya ;
a.Petikan Jendangan
Petikan pertama setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata
b.Petikan Produksi
            Petikan produksi dilakukan setelah petikan jendangan.Cara pemetikan produksi adalah sebagai berikut ;
1.      Tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil sedangkan  tunas yang melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan.
2.      Tunas yang terlalu muda harus diambil/dipetik.
3.      Semua pucuk burung diambil.
4.      Tunas yang menyamping dan tingginya tidak melebihi bidang pangkas dibiarkan.
c.Petikan Gandesan
            Dilakukan di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat rumus petik.Waktu pemetikan daun teh didasarkan pada daur petik. Daur petik merupakan jangka waktu antara satu pemetikan dengan pemetikan berikutnya,dihitung dalam hari.Panjang pendeknya daur petik tergantung pada kecepatan pertumbuhan pucuk. Kecepatan pertumbuhan pucuk dipengaruhi oleh:
a. Umur pangkas
Semakin tua umur pangkas, semakin lambat pertumbuhan, sehingga daur petik lebih panjang.
b. Iklim
Pada musim kemarau, pertumbuhan tunas semakin lambat sehingga daur petik lebih panjang. Sebaliknya, pada musim penghujan, pertumbuhan tunas semakin cepat sehingga daur petik menjadi lebih pendek.
c. Elevasi atau ketinggian tempat
Semakin tinggi letak kebun dari permukaan laut, semakin lambat pertumbuhan, sehingga semakin panjang daur petik.
d. Kesehatan tanaman
            Jika kondisi tanaman teh semakin sehat, semakin cepat pertumbuhan pucuk sehingga semakin pendek daur petiknya.
Sedangkan untuk bagian tanaman teh yang di petik diantaranya ;
1. Pucuk peko
Pucuk peko adalah kuncup tunas aktif berbentuk runcing yang terletak pada ujung pucuk. Pucuk ini akan mengalami dormansi setelah menghasilkan 4-7 pucuk. Di dalam pucuk peko terkandung banyak senyawa katekin yang belum mengalami degradasi sehingga dapat menghasilkan teh yang berkualitas baik.
2. Pucuk burung
Pucuk burung adalah tunas tidak aktif yang berbentuk titik yang terletak pada ujung pucuk. Pada periode ini pucuk in-aktifmereduksi atau memperlambat pertumbuhan. Pucuk burung sering terbentuk jika pemupukan tanaman kurang dan ketersediaan air yang kurang.
3. Pucuk nagog
Pucuk nagog adalah pucuk yang tumbuh dari pucuk burung. Biasanya pucuk ini baru muncul setelah 90 hari.
4. Pucuk atau cabang cakar ayam
            Pucuk atau cabang cakar ayam adalah pucuk yang pertumbuhan tunas dari ketiak daunnya lebih dari satu dan berada di atas bidang petik. Biasanya, pertumbuhan pucuk ceker ayam ini tidak akan stabil.
            Pemetikan dapat dilakukan secara manual (menggunakan tangan) atau pun mekanik (menggunakan gunting maupun mesin). Teknik pemetikan ini berpengaruh terhadap daur petik tanaman teh. Dengan menggunakan tangan, gilir petiknya adalah 10-14 hari, dengan menggunakan gunting, gilir petiknya adalah 18-20 hari serta dengan menggunakan mesin, gilir petiknya adalah 25-30 hari. Manfaat pemetikan menggunakan gunting diantaranya adalah kapasitas pemetikan yang lebih tinggi dan dapat menekan dan mengurangi populasi hama dan penyakit pada daun teh. Kelemahan yaitu mutu petikan cenderung menjadi kasar terutama pada awal-awal pemakaian. Sedangkan jika menggunakan mesin, kapasitas pemetikan dengan menggunakan mesin lebih tinggi daripada pemetikan dengan menggunakan tangan dan gunting. Pemetikan menggunakan mesin hanya dilakukan jika jumlah pucuk yang harus dipetik melimpah dan tidak sesuai dengan jumlah tenaga pemetik yang ada.
Pemetikan manual dilakukan oleh para pemetik teh. Pemetik teh tersebut harus memahami cara pemetikan teh, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memetik teh adalah:
a. Berjajar menurut kontur tanaman
b. Mengambil semua pucuk yang posisisnya ada diatas bidang petik
c. Mengambil semua burung yang posisinya ada di atas bidang petik, yang muda dikumpulkan sebagai hasil petik, yang tua dibuang
d. Tidak melakukan pemetikan yang ada di dalam bidang petik karena akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sehat
e. Tidak melakukan pemetikan ditepi tanaman yang posisisnya belum melebihi bidang petik agar bidang petik tidak saling menutup yanh bisa menyebabkan produksi pucuk menurun
f. Mengambil atau memetik pucuk tanggung yang posisinya sejajar dengan pucuk yang masuk petik
g. Mengambil pucuk yang pertumbuhanya mengelompok mengarah pada cakar ayam agar tidak megganggu pertumbuhan pucuk lainnya






Tidak ada komentar:

Posting Komentar